Langsung ke konten utama

MANUSIA MAKHLUK PENELITI

MANUSIA MAKHLUK PENELITI





          Didalam Al-Quran allah telah menurunkan wahyunya didalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Allah S.W.T telah  memerintahkan manusia untuk menghabiskan waktunya dengan membaca. Karena dengan membaca banyak manfaat yang dapat diterima. Dengan membaca banyak pengetahuan yang kita dapat, segala sesuatu dapat kita ketahui dengan membaca, sehingga apapun itu akan terasa mudah.

Menjadi peneiliti atau manusia sebaga makhluk peniliti erupakan hal yang manusiawi. manusia memiliki sifat keingin tahuan yang tinggi, sehingga menjadikan mereka  sebagai makhluk peniliti.
dalam kehiddupan sehari-hari segala sesuatunya harus didahului dengan bismillah. agar kegiatan sehari-hari kita dirdhoi oleh Allah S.W.T  
Pada zaman dahulu orang muslim jauh lebih maju dari pada orang non-muslim banyak penemuan yang ditemukan oleh orang muslim. Namun penemuan tersebut diakui oleh orang-orang non-muslim.

Dalam mencari ilmu inilah manusia zaman sekarang harus membuktikan semuanya secara empirik sehingga memerlukan sebuah penelitian yang berlangsung lama. Seperti misalnya manfaat sholat yang sudah pernah diteliti dan dibuktikan dengan manfaat yang didapat seperti kebugaran dan kesehatan baik jasmani maupun rohani. padahal didalam Al-Quran sudah banyak penjelasan tentang manfaat sholat. Dan juga beberapa penelitian yang sebenarnya dilakukan untuk membuktikan apa yang terdapat atau disebutkan dalam Al-Quran sampai semuanya terbukti baru manusia akan percaya. Maka dari itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk peneliti.

JIKA KITA BICARA TENTANG MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PENELITI, MANUSIA MEMANG TELAH MENJADI PENELITI YANG PALING ULUNGSEMUA YANG KITA LIHAT SEKARANG, SEMUA YANG KITA RASAKAN SEKARANG,ADALAH HASIL HASIL DARI PENELITIAN YANG D LAKUKAN MANUSIA BERPULUH PULUH TAHUN BAHKAN RATUSAN TAHUN,NAMUN SEBAGAI MAKHLUK ALLAH KITA TIDAK HANYA MENJADI KAYA DALAM HASIL PENELITIAN DALAM DUNIAWI . aDA KALANYA KITA HARUS TETAP MENGKAJI ISLAM SAMPAI KITA MENGERTI BETUL DAN MEMAHAMI APA YANG MENJADI KEHENDAKNYADAN APA YANG MENJADI LARANGANNYA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MAHDHAH DAN GAIRU MAHDHAH

                                           IBADAH GHAIRU MAHDHAH A. Pengertian Ibadah  Secara etomologis diambil dari kata ‘ abada, ya’budu, ‘abdan, fahuwa ‘aabidun. ‘Abid, berarti hamba atau budak, yakni seseorang yang tidak memiliki apa-apa, hatta dirinya sendiri milik tuannya, sehingga karenanya seluruh aktifitas hidup hamba hanya untuk memperoleh keridhaan tuannya dan menghindarkan murkanya. seperti yang di katakan dalam surah (al-dzariyat) ayat :56 yamg artinya: Tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu  (QS. 51(al-Dzariyat ): 56). B. Jenis ‘Ibadah  Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya; 1. ‘Ibadah Mahdhah ,  artinya  penghambaan yang murni hanya merupakan hubung an antara hamba dengan Allah secara ...

BISNIS ISLAMI

BISNIS ISLAM ALLAH SWT telah menjelaskan dalam al-Qur'an Ayat-ayat Dalam Al-Qur'an yang menjelas kan tentang muamalah atau berbisnis . Berikut ini beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang bisnis; Al-Baqarah : 282 "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan(apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhan-nya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun dari utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaanya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki  (di antaramu)....

HUBUNGAN HORIZONTAL MANUSIA DENGAN ALAM

HUBUNGAN HORIZONTAL MANUSIA DENGAN ALAM Hubungan Manusia dengan Alam Prinsip dasar hubungan manusia dengan alam atau makhluk lain di sekitarnya pada dasarnya ada dua: pertama, kewajiban menggali dan mengelola alam dengan segala kekayaannya; dan kedua, manusia sebagai pengelola alam tidak diperkenankan merusak lingkungan, karena pada kahirnya hal itu akan merusak kehidupan umat manusia itu sendiri. Mengenai prinsip yang pertama, Allah berfirman dalam Al-Quran surat Hud ayat 61: هُوَأَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا Artinya: “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan memerintahkan kalian memakmurkannya (mengurusnya)”. Adapun mengenai prinsip yang kedua, yaitu agar manusia jangan merusak alam, dinyatakan oleh Allah melalui berbagai ayat dalam Al-Quran, di antaranya dalam surat Al-A’raf ayat 56: وَلَاتُفْسِدُوْا فِى الْأرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya” ...